Justru berumah tangga dengan dia yang seumuran akan terasa jauh lebih seru
Pasti banyak pembaca Vebma yang sering mendengar ungkapan seperti itu. Saya sendiri, bahkan sejak masih SMP dan baru kenal cinta monyet sudah sering mendengar orang-orang dewasa mengatakan hal serupa. Yang ideal itu katanya kalau yang cowok lebih tua. Minimal 2 tahun lebih tua lah. Kebanyakan orang mengatakan kalau yang paling ideal itu yang selisih umurnya sekitar 5 tahun. Dalam hati saya bergumam “ampuun deh,, berarti cowok yang ideal untuk menjadi suami saya adalah yang kuliah sudah hampir lulus atau kerja gitu kah? Duhh,,tua bangeet” Waktu itu kebetulan saya masih SMA kelas 2.
2. Banyak Aktivitas yang Bisa Dilakukan Bersama-sama
4. Membangun Rumah Tangga dari Nol
5. Menua Bersama
ARTIKEL PIANOQQ - Banyak orang mengatakan bahwa pasangan suami istri yang seumuran itu rentan terjadi konflik dalam pernikahan. Benarkah?
Pasti banyak pembaca Vebma yang sering mendengar ungkapan seperti itu. Saya sendiri, bahkan sejak masih SMP dan baru kenal cinta monyet sudah sering mendengar orang-orang dewasa mengatakan hal serupa. Yang ideal itu katanya kalau yang cowok lebih tua. Minimal 2 tahun lebih tua lah. Kebanyakan orang mengatakan kalau yang paling ideal itu yang selisih umurnya sekitar 5 tahun. Dalam hati saya bergumam “ampuun deh,, berarti cowok yang ideal untuk menjadi suami saya adalah yang kuliah sudah hampir lulus atau kerja gitu kah? Duhh,,tua bangeet” Waktu itu kebetulan saya masih SMA kelas 2.
Awalnya saya juga mengamini bahwa yang usianya lebih tua pasti bisa sangat mengerti wanita, bisa “ngemong”, bisa lebih mengayomi. Meskipun pada kenyataannya, saya sendiri tidak pernah tertarik dengan pria yang usianya lebih tua 2 tahun atau bahkan lebih di atas saya. Kebanyakan cinta monyet saya adalah mereka-mereka yang seumuran. Entah kenapa, tapi rasanya lebih ser
Saya pikir itu hanya karena saya masih labil, masih remaja. Tapi ternyata, ketika saya sudah masuk dalam usia dewasapun, menjalin hubungan cinta dengan mereka yang lebih tua terasa membosankan. Bahkan lebih merasa dikekang, diatur, sering segan, dan hal-hal tidak enak lainnya. Semakin hari, semakin dewasa saya menjalani kehidupan, akhirnya saya menyimpulkan bahwa pria yang cocok menjadi pasangan hidup untuk saya adalah yang seumuran. Terlepas dari plus dan minusnya. Bukankah selalu ada dua sisi di balik suatu hal?
Kesimpulan tersebut juga bukan tanpa alasan. Tanpa mengurangi rasa hormat untuk wanita yang berjodoh dengan pria yang lebih tua atau lebih muda, berikut alasan-alasan mengapa berpasangan hidup dengan dia yang seumuran menjadi pilihan hidup saya.
Alasan Menikah dengan Pasangan yang Seumuran
1. Tidak Pernah Kehabisan Topik Mengobrol
Alasan Menikah dengan Pasangan yang Seumuran
1. Tidak Pernah Kehabisan Topik Mengobrol
Karena terlahir di dunia pada tahun yang sama, menghabiskan masa kecil dan masa muda di tahun yang sama, otomatis membuat pasangan seumuran nyambung terus! Meskipun selera dalam hal musik, buku, film, dan bahkan hobi mereka berbeda, tapi obrolannya masih sangat nyambung.
PIANOQQ | BANDARQ | DOMINO99 | AGEN DOMINO99 | BANDARKIU | BANDAR POKER
2. Banyak Aktivitas yang Bisa Dilakukan Bersama-sama
Pasangan yang seumuran tentu akan lebih lama merasakan yang namanya ng-trip bareng, naik gunung bareng, begadang nonton film bareng, dan segudang aktivitas bareng-bareng karena jiwa muda yang masih kental dalam diri kalian, kondisi kalian yang masih sama-sama fit dan belum terserang penyakit degeneratif.
3. Saling Manja-Memanjakan, Marah-marahan, Dan Pertengkaran Kecil yang Positif
Karena terlahir di tahun yang sama, tidak ada yang sangat kolokan dan sangat dewasa. Pasangan yang seumuran masih sama-sama suka bercanda, konyol, dan suka bermanja-manja.
Meskipun ada beberapa saat dimana ego sama-sama tinggi sedangkan pengendalian emosi masih sama-sama rendah, namun tidak pernah menjadi masalah serius karena cinta dan rasa sayang yang teramat kuat yang akan membuat mereka merendahkan hati untuk saling memaafkan. Malah lebih romantis kan?
4. Membangun Rumah Tangga dari Nol
Kebanyakan orang di Indonesia menikah sebelum umur 30. Meskipun banyak pria menikah di atas usia 30, dan dalam beberapa kasus wanita juga menikah pada umur sekian. Jika pasangan seumuran menikah pada usia di bawah 30 tahun, hampir dapat dipastikan kondisi perekonomiannya belum terlalu matang dan mapan. Mungkin penghasilannya sudah tinggi, mungkin terlihat tidak punya cicilan, mungkin dompetnya terlihat tebal.
Namun untuk urusan asset, banyak orang dengan usia di bawah 30 belum memikirkannya sama sekali. Maka dari itu, perjalanan kalian berdua benar-benar di mulai dari nol. Membeli mobil bersama, membeli rumah bersama, membangun bisnis berdua, sampai suatu saat nanti kalian mapan.
BANDARQ | POKER | DOMINO QQ | ADUQ | BANDAR POKER | CAPSA SUSUN | SAKONG | BANDAR66
5. Menua Bersama
Namanya pasangan seumuran, pasti ya umurnya sama. Perbedaan yang ada paling hanyalah hitungan bulan. Bayangkan, betapa indahnya menua bersama pasangan. Saling ejek karena masing-masing mulai keriput, saling hitung uban masing-masing, tertawa melihat pasangan yang mulai ompong.
Tidak ada istilah cemburu karena ada yang lebih renta sementara yang satunya masih segar bugar. Meskipun ada anggapan wanita lebih mudah terlihat tua, asalkan hidup dalam lingkungan bahagia, sering tertawa, dan dimanja oleh suaminya, hal itu tidak akan pernah terjadi. Hehehe





























































